Welcome to blog Angga Ardinata

Selasa, 17 April 2012

Pantun Nembak Cewek..

diam-diam ku memperhatikanmu
karna ada sesuatu pada diriku
diam-diam ku mencintaimu
karna itu kuingin kau jadi kekasihku
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=
-
Coba-coba menanam mumbang
Moga-moga tumbuh kelapa
Coba-coba bertanam sayang
Moga-moga menjadi cinta
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
jangan makan buah duku..
karna buah duku itu bukan milikmu..
jangan hentikan niatku..
untuk ungkapkan kucinta kamu..
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
soto babat favorit ku
teh botol minuman ku
kaulah sahabat terbaik ku..
tapi ku ingin lebih dari itu..
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--
Kutu kupret lari-lari..
Lempar kedondong, kena kepalanya..
Si cerewet manis sekali..
Boleh donk, abang minta cintanya..
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
itu palu temannya paku..
paku dipukul diatas kayu..
ku katakan kepada Kamu..
Saya cinta kamu..
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-

Koleksi Pantun Gombal Terbaru 2012

Beli layang-layang, tokonya udah pindah.
Senyum di wajahmu sayang, adalah yang terindah.

Kulit memerah, ditempel Salonpas.
Yang baju merah, jangan sampai lepas.
Turun bero, gara-gara kayang.
Ga mau di panggil bro, maunya ayang.
Kondangan di Menteng, mesti pake batik.
Abang ganteng, cocoknya sama neng yang cantik.
Sarapan ayam panggang, di Kota Kembang.
Jangan cuma pegang-pegang, kawinin dong bang.
Belah duren, di dalam kamar.
Abang keren, mau dong di lamar!
Fansnya pada nyengir, dapet cium dari Lady Gaga.
Neng udah lama naksir, tapi kok belum ditembak juga?
Beli lobak, di pasar ikan.
Gapapa deh neng yang nembak, asal kita balikan.
Jadi orang berada, kadang berat.
Kamu selalu ada, walaupun aku melarat.
Jamu itu mesti diramu, buat nyembuhin penyakit raja, aku ingin bersamamu, walau hanya sekejap saja
paling enak liburan ke bali, di bali nginep di villa. walau baru bertemu lo 1 kali, lo udah buat gue tergila gila.
Jangan suka makan paku, karena itu sia sia, kamu tetap dihatiku, walau kau pergi dgn dia
Lagi ngupil dipeperin ke mbok jamyu, Whatever you feel, my feel only just for you~
Pagi-pagi beli itik,belinya di Pasar Baru.hai dikau gadis cantik,jadikanlah aku milikmu
Ada org makan nasi basi , auch kamu cantik dari sgala sisi
Latihan kayang, di atas meja makan.
Senyummu sayang, sungguh menggetarkan.
Jualan brownis, di jembatan layang.
Hai neng manis, sini abang sayang.
Lagi ngarsip, malahan ketumpahan lodeh.
Dari pada sibuk gosip, kita jadian aja deh.
Ada odong-odong, nabrak tukang jamu.
Mau dong, ditembak kamu.
Miara kebo, di depan gerbang.
Ga bisa bobo, kalau belum denger suara abang.
Dipukulin sapu, gara-gara nyolong.
Gapapa deh sepupu, yang penting kinclong.
Makan kue campur kolang-kaling.
Cinta gue gak akan berpaling
Toko batik jualan kayu,
hai cantik pacaran yu
Nenek2 udeh pikun, kalo bengong matanye belo.
walau sampe kapanpun, gue akan tetep mencintai lo
Yg indah itu karunia, yg enak itu kue.
meski banyak cewek di dunia, cuma lo yg bisa mikat hati gue
Di tivi ada bnyk berita, beritanya bnyk ttg seni,
kumengerti apa itu cinta, karena hadirmu disini

Pantun Gombal Cinta

Ada odong-odong, nabrak tukang jamu.
Mau dong, ditembak kamu.

Miara kebo, di depan gerbang.
Ga bisa bobo, kalau belum denger suara abang.

Dipukulin sapu, gara-gara nyolong.
Gapapa deh sepupu, yang penting kinclong.

Kulit memerah, ditempel Salonpas.
Yang baju merah, jangan sampai lepas.

Turun bero, gara-gara kayang.
Ga mau di panggil bro, maunya ayang.

Kondangan di Menteng, mesti pake batik.
Abang ganteng, cocoknya sama neng yang cantik.

Sarapan ayam panggang, di Kota Kembang.
Jangan cuma pegang-pegang, kawinin dong bang.

Belah duren, di dalam kamar.
Abang keren, mau dong di lamar!

Fansnya pada nyengir, dapet cium dari Lady Gaga.
Neng udah lama naksir, tapi kok belum ditembak juga?

Beli lobak, di pasar ikan.
Gapapa deh neng yang nembak, asal kita balikan.

Jadi orang berada, kadang berat.
Kamu selalu ada, walaupun aku melarat.

Beli layang-layang, tokonya udah pindah.
Senyum di wajahmu sayang, adalah yang terindah.

Latihan kayang, di atas meja makan.
Senyummu sayang, sungguh menggetarkan.

Jualan brownis, di jembatan layang.
Hai neng manis, sini abang sayang.

Lagi ngarsip, malahan ketumpahan lodeh.
Dari pada sibuk gosip, kita jadian aja deh.

Kamis, 12 April 2012

Rujak Putih Abu

 Masa paling indah adalah saat memakai seragam putih abu, begitu kata banyak orang. Berbeda dengan pandangan orang, Kinar menganggap masa itu tak ubahnya “rujak”, seperti kata guru Bahasaa Indonesianya dulu.        
   

 Dalam rujak terdapat bebagai buah yang tercampur seperti dia dan teman – temannya yang memiliki karakter yang berbeda. Ada juga rasa gula yang manis, garam yang terasa asin, terasi yang sesungguhnya pahit, dan asam tercampur dalam rujak. Tak dapat dipungkiri selain manis,masa SMA juga terasa pahit dengan berbagai persoalannya. Ada cinta yang tak sampai membuat kehidupan SMA terasa pahit. Cinta yang penuh kesuksesan membuat terasa manis.Ada pertengkaran konyol membuat terasa asam. Ada rasa tak karuan seperti rasa asin pada rujak.Semua bercampur menjadi satu dibumbui kisah bernama masa SMA.      
     
 Kinar gadis yang menjalani masa sekolah menengah atasnya di sebuah sekolah rintisan bertaraf internasional sangat merasakan itu. SMA PRESTASI GEMILANG memberikan banyak hal kepada gadis berambut sebahu itu. Di SMA dia menemukan sakit adalah bagai mana mengobati. Kehilangan adalah bagaimana menemukan. Rapuh adalah bagaimana tegar. Sakit adalah bagaimana mengobati. Dikecewakan adalah bagaimana balas dendam.           


Sejak mengetahui orang yang dia cintai bersama gadis lain, dia merasa sangat tersakiti dan mulai balas dendam. Awalnya dia tidak percaya cowok yang mendekatinya bersama gadis lain. Setahun cowok itu mendekatinya, memberinya harapan ternyata semua hanyalah sebuah harapan semu.Sejak saat itu dia bertekad balas dendam pada cowok dan cewek itu.     

      
 Sejak hari itu, dia menjual perasaanya. Dia menulis perasaannya melalui karya – karyanya dan mengirimkan agar bisa diterbitkan. Selain itu dia yang memang sibuk dengan kegiatan – kegiatan sekolahnya , semakin sibuk. Mengikuti berbagai macam lomba karya tulis. Mengikuti kompetisi. Mengikuti berbagai organisasi. Bukan hanya di sekolahnya, dia juga mengikuti organisasi remaja di luar sekolahnya. Hari – harinya disibukkan dengan berbagai kegiatan, hingga dia tak menyadari dia telah memforsir tenanganya.Tak jarang ia jatuh sakit, namun dia tak peduli. Dia tetap melakukan berbagai kegiatan, dan memenangkan berbagai kompetisi. Ia senang semua lelahnya terbayar dengan piala – piala yang dia hasilkan dari keringatnya. Ia bangga bisa menunjukkan bahwa dia mencintai sekolahnya melebihi cintanya pada orang yang membuat hatinya berdarah.Begitulah balas dendam versi. Baginya balas dendam adalah menemukan kebahagiaannya sendiri bukan menyakiti oranglain. Dengan melakukan semua itu dia bahagia. Jadi balas dendamnya sukses.Ia terus melakukan itu,sampai kejadian yang mengubah hidupnya.Menyembuhkan tepatnya.

            
 Masih tersimpan jelas dalam rongga otak Kinar. Hari itu, hari Sabtu.Ektrakulikuler berjalan seperti biasa.Siswa tari dengan gemulai menari – nari di atas lantai aula yang luas.Di depan aula ada ruangan tabuh, yang diisi para sekaa tabuh yang memainkan alat music khas Bali.Ruang tabuh yang hanya berbatas lapangan hijau yang terdapat siswa berlatih upacara, di kelas XA terdapat anak – anak PIK-Remaja yang menyanyikan yel khas mereka.       

     
Kami putra –  putrid Indonesia,
Kami bersama, bersatu dalam PIK-KRR
Mendidik kaum sebaya,
Agar semua berbudaya,
Agar bisa menjaga alat reproduksi kita.         

  
 Riuh yel PIK-Remaja itu terdengar di telinga dua sahabat di kelas XI IPA 1. Tentu saja riuh tersebut dapat terdengar jelas. Kelas mereka hanya terpisah taman yang ASRI dengan kelas XA.     

      
 “Lho…Nggak ada,Dek.Sepertinya belum ada informasi mengenai program bidik misi.” Kata Kinar yang sedang menatap lekat – lekat layar laptopnya.           


 “Tu…ini filmnya.”Kata seorang cowok masuk tanpa permisi. Mengangetkan kedua sahabat itu.           
 “Film apa?” Tanya Kadek polos.           
 “The Day After Tommorrow.” Jawab Kinar dan cowok yang bernama Ari berbarengan.           
 “Kirain..”           
 “Kirain apa?” Kinar menatap Kadek yang duduk dihadapannya.           
 “Hohoho…Tidak! Eh..ya sudah kalau belum ada infonya, aku pulang duluan ya. Kalian tidak pulang?”            


 “Aku mau mencari info lomba dulu. Sepertinya ada lomba karya tulis.” Jawab Kinar, sedang si cowok lebih memilih diam di sebelah Kinar. Ia hanya tersenyum tak menjawab pertanyaan Kadek.           


 “Mau mencari info lomba atau Sentana lewat FB?” Ledek Kadek.           
 “Siapa Sentana?” Tanya Ari.           
 “Pacarnya Kinar…Daaah” Jawab Kadek, pergi tanpa member penjelasan.           
 “Pacarmu?” Tanya Ari.           


 Berdua dalam ruangan yang sepi bersama Ari membuat hati Kinar merasa nyeri. Dia juga takut jika orang berpikir macam – macam. Apalagi kalau mereka melihat Ari duduk di sebelahnya.Suasana hening sejenak setelah Ari bertanya dan hanya dibalas senyum oleh Kinar.  

         
 “Apa agamanya?” Ari kembali membuka pertanyaan dengan menatap aneh kearah Kinar.           
 “Apa pentingnya.”Jawab Kinar tak mengacuhkan tatapan cowok yang masih mengisi hatinya sampai detik itu. Ia sibuk dengan apa yang ia cari di Internet. “Bukankah kita sama? Apapun agama kita semua sama-sama menuju jalan Tuhan.Itu hanya sebutan.”          


 “Apa nama FBnya?” Tanya Ari, merebut laptop di hadapannya  Ia mengetikwww.facebook.com, namun server eror.           
 “Bodo…di sekolah tidak bisa buka FB,Brother.” Di SMA PRESTASI GEMILANG FB memang di kumandangkan sebagai situs terlarang.Dikhawatirkan menggagu prestasi siswa, situs jejaring social yang cukup bermafaat itu di blokir.           

 “Brother?” Ari heran mendengar kata itu keluar dari mulut Kinar. Ini pertama kalinya Kinar memanggil dia dengan ‘brother’.Biasanya saling mengejek.           
 “Kenapa?Ada yang salah? Kamu tidak menganggap aku ini saudaramu?Bukankah kita semua saudara?Huft…maksudku kecuali Ketut. Dia tentu tak kamu anggap saudaramu.”           
 “Apa maksudmu?” Kata Ari ketus, menatap tajam Kinar.           
 “Kurasa otakmu cukup pintar untuk mencerna kata-kataku.”           
 “Kamu cemburu padanya?”


“Cemburu?” Kinar tertawa sejadinya.Sembari menutup laptop yang telah ia matikan ia tetap tertawa. “Apa yang harus aku cemburui? Karena dia pacarmu?Karena dia terkenal dalam urusan pacar? Karena dia bisa mendapatkan siapapun cowok yang dia mau? Terlalu bodoh namanya aku cemburu hanya karena hal itu. Jika kuliah nanti dosenmu tidak akan menanyaimu berapa kali kamu pacaran. Kamu diterima di perguruan tinggi bukan karena kamu cantik atau tampan tetapi karena isi otakmu. Setelah menjadi almamater,  mungkin kamu terkenal karena kamu cantik atau tampan. Akan lebih membanggakan jika kamu bisa menunnjukkan seberapa besar cintamu pada sekolah.” Tutup Kinar,beranjak pergi. Tangan Kinar segera di raih Ari.Tidak diizinkan pergi.      

     
 “Benarkah kamu tidak cemburu?...Tapi aku cemburu pada sekolah.”           
 “Apa?”           
 “Kamu terlalu sibuk karena cintamu pada sekolah.Lomba ini.Kompetisi itu. Mengurus ini. Mengurus itu. Kamu tidak pernah memperhatikan bagaimana aku memperhatikanmu.”            
 “Aku mem…”           


 “Itu bukan pertanyaan.Itu pernyataan. Terlalu sibuknya kamu, kamu tak pernah sadar telah mengabaikan perhatianku….Kamu ingat,dua hari lalu ketika kamu datang dari Denpasar membawa karya tulismu? Aku di depan sekolah.” Kinar mengangguk ketika diingatkan kejadian itu.”Aku mengkhawatirkanmu.Kamu?Jangankan menyapa,tersenyum saja tidak.”   

        
 “Bagaimana dengan Ketut?”            
 “Kurasa dia bosan. Kami Kinars satu bulan lalu.”           
 “Heh” Kinar tersenyum sinis. “Ini alasan kujual perasaanku. Kalau kamu tak dicampakannya,kamu tentu tak akan mendekatiku.Maaf.Kamu salah orang.Aku tak tertarik.”       

    
 “Menjual perasaan?Oh,itu sebabnya sejak setahun yang lalu aku mendekatimu kamu tak pernah acuhkan? Kemana kamu jual perasaanmu?....Kamu pikir kenapa aku pacaran dengan Ketut?....Karena kamu.Ternyata aku salah.” Mata Kinar mendelik heran mendengar jawaban cowok yang telah menghancurkan harapannya.Jawaban itu membuat mulutnya bisu.Semua membeku. Hanya matanya bercerita betapa dia tak percaya.”Aku berusaha mendekatimu sejak setahun yang lalu. Kamu tak pernah menghiraukannya. Aku berusaha membuatmu cemburu dengan pacaran dengan Ketut. Kamu malah makin gila dengan kesibukanmu.Lomba ini dan itu….Aku tak bermaksud melarangmu berprestasi.Tapi, bisakah kamu acuhkan aku,sedikit Saja? Kita bisa menunjukkan cinta kita pada sekolah bersama – sama. Kita bisa berprestasi bersama,bukan?”   

        
Kinar tersenyum di dalam kamarnya yang berjejer banyak piala, memngingat hari itu.Di sebelah piala –  piala itu ada gambarnya dan Ari.Ia senang ia tidak lagi sendiri membawa piala dalam gambarnya.Ada banyak gambar dirinya bersama Ari. Ada cincin yang sama melingkar di jari mereka di setiap gambar itu.

SAAT CINTA INGIN PERGI


Akhirnya sudah genap satu bulan Cinta jadian dengan Randy. Debar-debar bahagia di hati Cinta menemaninya saat berangkat ke sekolah pagi itu. Ia tak sabar ingin segera bertemu dengan Randy.
“Semoga saja Randy nggak lupa dengan hari speciall ini, karena aku sayang banget sama dia.” kata Cinta sambil mnyemprotkan parfum yang super mahal dan super wangi dari Paris ke tubuhnya yang ngegemesin itu. Anehnya, Cinta hanya memakai parfum itu saat ia ingin ketemu Randy. Kalau ditanya, paling alasannya sama, kalau itu parfum mahal yang hanya dipakai saat akan ketemu orang yang dicintainya. Jadi jangan tanya mengenai parfum itu ke Cinta, karena jawabannya akan tetap sama saja.
“Sayang,,, kamu sarapan dulu yah sebelum berangkat ke sekolah…!” seru mama Cinta mengingatkan.
“Ntar aku sarapan di kantin sekolah aja, Ma… Soalnya aku udah telat….” kata Cinta sambil keluar dari dalam kamarnya.
“Ya udah,, kamu diantar supir aja biar cepat.”
“Nggak ah, Ma… Aku kan bukan anak kecil lagi yang mesti diantar jemput. Aku bisa bawa mobil sendiri kok.. Lagipula aku udah kelas 2 SMA loh,,, Mama nggak lupa kan…..?” tanya Cinta ngegodain mamanya.
“Mama nggak lupa kok, sayang…. Sekarang kamu berangkat aja, ntar kamu telat...”
“Oke, Ma… Cinta pergi dulu….” kata Cinta sambil mencium tangan mamanya dan beranjak ke garasi mobil.
Cinta yang baru saja mahir mengendarai mobil langsung tancap gas menuju sekolah. Ia benar-benar pengen ketemu Randy. Hmm,, Randy emang pujaan hati Cinta. Sebenarnya dari kelas 1 SMA Cinta naksir berat sama Randy, tapi baru bulan yang lalu keinginan Cinta untuk bersama Randy terwujudkan.
Setiba di sekolah, Cinta langsung menuju ke kelas Randy. Namun, belum sempat ia bertemu Randy, bel tanda masuk sudah berbunyi. Akhirnya ia menunda untuk bertemu dengan Randy hingga jam istirahat tiba.
**
“Tar, kamu liat Randy nggak…?” tanya Cinta pada Tara, sahabatnya, saat jam istirahat.
“Nggak.. Dari tadi pagi aku nggak ngeliat batang hidungnya. Mungkin dia nggak masuk..” jawab Tara.
“Aduhh,,, dia kemana sih…?”
“Emangnya kamu ada perlu apa sama dia…? Tumben kamu nyariin dia..”
“Nggak kok. Cuma pengen nanya sesuatu aja ke dia…”
Tara hanya manggut-manggut mendengar jawaban sahabatnya itu. Ya, Tara memang nggak tau hubungan antara Cinta dan Randy, meskipun Tara adalah sahabat baik Cinta. Sebenarnya Cinta ingin memberi tahu Tara. Tapi Randy nggak mau kalau hubungan mereka diketahui banyak orang. Cinta bahkan nggak tahu alasan Randy sehingga menyembunyikan hubungan mereka dari Tara. Ternyata Cinta yang dikenal sebagai cewek yang agresif bisa juga nyimpan rahasia pada sahabatnya hanya karena cinta dan sayangnya pada Randy.
“Aduhhh,,, Randy kemana sih…?? SMS aku nggak dibalas, telvon juga nggak bisa…. Ahhh,, bikin sebel….” gerutu Cinta saat tiba di rumah siang itu.
“Randy nggak biasanya kayak gini. Aku juga nggak ada masalah sama dia, tapi kenapa dia kayak gini…?” Pertanyaan itu selalu berdengung di benak Cinta. Ia merasa heran dengan Randy yang tiba-tiba menghilang tanpa kabar seperti ditelan bumi atau ditelan lautan atau......apalah. Yang pasti ia nggak bisa nemuin Randy dimana-mana. Pertemuannya dengan Randy hari itu batal total, dan perasaannya yang bahagia kini berubah menjadi kesal dan penuh pertanyaan kenapa, bagaimana, dan mengapa….??? Agghh, semuanya sama saja..
**
Keesokan harinya, Cinta terbangun dengan lemas. Ia masih teringat dengan kejadian kemarin yang membuatnya sedikit pusing. Jam demi jam telah berlalu sangat cepat baginya, hingga ia hanya bisa melamun sendirian di kantin sekolah.
“Hai, Cin… Kok ngelamun aja…??” tanya Tara sambil memegangi bahu sahabatnya itu.
“Nggak apa-apa.. Aku Cuma lagi nggak enak badan aja..”
“Owh….” Tara hanya bisa bergumam nggak jelas.
“Tar, kamu liat Randy nggak….?” Tanya Cinta dengan hati-hati dan sesekali menggigit bibir bawahnya.
“Hmm,,, aku mulai curiga nih…. Dari kemarin kamu selalu nanyain keberadaan Randy. Jangan-jangan kamu naksir Randy lagi………” Tara mulai curiga dengan sikap Cinta yang agak berubah.
“Ng,, nggak kok. Lagi ada perlu aja sama dia…”
“Owh,, kirain kamu mau jadi orang ketiga antara hubungan Randy dan Jessica.” kata Tara yang membuat jantung Cinta hampir copot karena saking kagetnya.
“Maa,,, maksud kamu Randy dan Jessica masih pacaran sampai saat ini….?” tanya Cinta.
“Ya iyalah. Mereka kan pasangan yang serasi banget dan nggak bisa dipisahin oleh siapa pun…”
Cinta terdiam. Ia nggak bisa berkata apa-apa lagi. Ia juga nggak tahu harus berbuat apa. Badannya sudah terasa kaku dan matanya mulai mengeluarkan titik-titik air. Dalam hati Cinta berkata kalau Randy itu brengsek banget, ia nggak bisa ngertiin perasaannya dan dia juga udah bohongin dan khianatin kepercayaan Cinta.
“Pantasan aja dia nggak mau kalau hubungan kami diketahui banyak orang. Ternyata,,, aghh……. Aku harus minta penjelasan dari Randy sekarang. Aku harus tahu yang sebenarnya.”
Sepulang sekolah hari itu, Cinta langsung tancap gas untuk bertemu dengan Randy di taman kota siang itu juga.
Dari kejauhan, Randy udah kelihatan sedang duduk di kursi taman dengan gelisah menunggu kedatangan Cinta. Cinta pun menghampirinya.
“Ehm, udah lama nunggu……??” sapa Cinta hanya untuk sekedar basa-basi.
“Lumayan. Oh ya, kamu bilang ada sesuatu yang mau kamu tanyain ke aku. Memangnya apa…?”
“Hmm…. Aku nggak nyangka ternyata kamu udah bohongin aku. Kamu masih pacaran kan dengan Jessica….? Kamu jahat tahu nggak……” kata Cinta mulai kesal.
“Maafin aku, Cin. Aku memang belum putus dengan Jessica. Tapi aku punya alasan tersendiri kenapa aku masih pertahanin hubungan aku dengan Jessica.” raut wajah Randy yang kelihatan sangat tulus membuat hati Cinta membeku.
“Alasan apa…?” tanya Cinta seakan menyembunyikan perasaannya yang luluh melihat raut wajah Randy.
“Sebenarnya Jessica sedang sakit parah. Ia mengidap kanker otak dan divonis umurnya tidak akan lama lagi. Aku nggak tega mutusin Jessica di saat-saat terakhirnya menjalani hidup. Aku ingin bahagiain dia sebelum ia pergi untuk selamanya, Cin..”
Cinta hanya bisa terdiam membisu mendengar ucapan Randy. Ia nggak tahu mesti berbuat apa sekarang.
“Cin, aku sayang sama kamu. Tapi untuk kali ini tolong ijinin aku ngebahagiain Jessica untuk terakhir kalinya. Kita nggak perlu putus sekarang, kamu hanya harus lebih bersabar dan mengerti aja.” kata Randy sambil membelai rambut Cinta yang terurai panjang.
“Iya deh.” Cinta hanya pasrah menjawab. Ia seperti telah terhipnotis oleh kata-kata dan belaian tangan Randy yang membuat hatinya bergetar. Apalagi senyuman dan tatapan Randy yang begitu tulus padanya. Ohh,,, itu yang membuat Cinta nggak bisa jauh dari Randy, meski dunia terbagi dua, ataupun terbagi sepuluh sekalipun.
Setelah pertemuan itu, hubungan Cinta dan Randy makin hancur. Mereka nggak lagi ketemuan, telvonan maupun SMSan. Cinta merasa tertekan dengan keadaan ini. Berkali-kali ia mencoba menghubungi Randy, tetapi jawaban Randy hanya membuat goresan luka di hati Cinta semakin dalam.
**
Satu minggu setelah pertemuannya dengan Randy, Cinta yang biasanya bangun dengan senyuman kecut tiba-tiba pagi itu ia mulai berubah.
“Cinta, Mama senang liat kamu nggak murung dan sedih lagi sekarang.” kata Mama Cinta padanya saat sarapan pagi.
“Cinta ingin bahagia, Ma. Cinta nggak mau murung terus karena aku yakin kalau cinta aku akan datang, Ma. Oh ya, Cinta berangkat dulu ya, Ma…” pamit Cinta pada mamanya.
“Iya, sayang. Hati-hati di jalan dan jangan ngebut-ngebut ya…..!”
“Iya, Ma….!” Cinta berjalan keluar menuju garasi mobil namun baru bebarapa langkah ia berjalan, ia langsung berbalik dan berlari memeluk mamanya.
“Ma, Cinta sayang Mama. Cinta akan selalu ada buat Mama. Love You, Mom……..!” kata Cinta seperti nggak sadar.
“Love you too…. Tapi tumben kamu bilang itu ke mama..”
“Hmm,,, lagi pengen bilang itu aja ke Mama sekarang. Udah ya, Ma…. Bye…..!!” Cinta kemudian kembali ke garasi mobil. Ia langsung tancap gas menuju sekolah.
Di saat yang bersamaan, Randy juga berangkat ke sekolah. Namun setiba di sekolah, ia melihat keanehan yang membuat berbagai pertanyaan aneh di otaknya yang agak aneh juga. Lapangan yang biasanya ramai, sekarang sudah seperti kuburan yang tak dihuni. Semua siswa baik cewek maupun cowok terlihat sangat sedih dan bahkan ada yang histeris menangis nggak jelas seperti orang kesurupan dan semacamnya.
“Ada apa ini??? Kenapa semua siswa menjadi cengeng??? Apa yang terjadi sebenarnya???” tanya Randy dalam hati sambil berjalan menyusuri teras kelas yang sepi tak bernyawa, hingga akhirnya bertemu dengan Tara.
“Tar, sebenarnya apa yang terjadi…?? Kenapa semua anak-anak menangis nggak jelas gitu….??”
“Hmm,,, Cinta………..” Tara memotong ucapannya membuat Randy semakin penasaran.
“Cinta….?? Cinta kenapa, Tar…..??” tubuh Randy terasa gemetar dan perasaannya mulai tidak tenang.
“Cinta meninggal karena kecelakaan tadi pagi saat akan berangkat sekolah……..” Tara mulai nangis lagi membuat hati Randy makin teriris. Randy hanya diam membisu mendengar ucapan Tara. “Ran, ada sebuah catatan kecil yang aku dapat di laci meja Cinta.. Mungkin ini ada hubungannya dengan kamu…” Tara menyodorkan selembar kertas kecil yang berisi tulisan tangan Cinta. Itu seperti selembar diary tetapi lebih pantas bila disebut sebagai catatan unek-unek. Dengan perasaan aneh, Randy membaca surat tersebut.
“Aku sangat mencintai dan menyayangi Randy. Aku nggak mau kehilangan Randy. Tapi kenapa sekarang Randy lebih perhatian sama Jessica dibanding dengan aku. Tuhan, seandainya aku diberikan penyakit yang parah bahkan lebih parah dari Jessica, mungkin dengan itu maka Randy akan lebih sayang dan perhatian sama aku. Tuhan, aku rela sakit parah bahkan lebih dari itu asalkan Randy kembali menyayangiku, karena aku sangat mencintai Randy. Aku berjanji akan menjadi malaikat pelindungnya saat aku telah tiada nanti. Cinta Love Randy,,,,,,,,”
Air mata Randy mulai jatuh membaca selembar surat itu. Ia tidak menyangka akan terjadi hal yang buruk pada Cinta hanya karena dirinya. Ia menyesal sempat menyianyiakan cintanya yang tulus dan murni pada Cinta.
“Cinta, aku sayang kamu, aku berjanji kalau kamu akan selalu ada di hatiku meskipun kita ada di dunia berbeda. Aku yakin kamu akan menjadi malaikat pelindungku yang akan selalu ada disampingku…. Love you Cinta………”
Randy hanya bisa memandangi tulisan tangan Cinta yang menggores hatinya hingga terasa sangat sakit. Sementara Cinta hanya bisa melihat Randy dan menjawab kata-kata Randy “Love you too Randy…..” tanpa bisa menyentuh dan memeluknya dalam kehangatan romantis nan seram.

Ku Relakan Bahagia ku Demi Sahabat Ku





Pagi itu, aku terbangun dengan mata yang sembab dan membengkak. Semalam aku menangis di kamar sampai ketiduran. Entah berapa lama aku berderai air mata. Yah, aku baru saja mengalami kejadian yang membuat aku begitu sakit. Seorang cowok yang tanpa sengaja masuk dalam kehidupanku kini malah menghancurkan semuanya......

Aku mengenal Dimas dari Santi,teman dekatku. Kebetulan tiap malem Dimas latihan silat di samping ponpes tempat ku mengaji kala malam hari. Awalnya aku biasa aja dengan kehadirannya. Ga ngefek sama sekali. Tapi hari-hari berikutnya Dimas memulai kedekatan kami dengan sekedar menitip salam padaku. Ga ada yang spesial memang. Tapi hari-hari ku kini mulai terasa indah dengan keberadaanya.

Hanya saja kebahagiaan itu tak berlangsung lama. Disaat aku mulai menyukainya, tak ku sangka Dimas malah nembak Santi. Aku bener-bener ga tau harus berbuat apa. Tentu saja aku tak bisa menyalahkannya karna ini memang hak mereka. Aku mencoba  ikhlas dengan hubungan mereka. Aku berusaha tegar dan mendukung hubungan mereka meski sebenarnya hati ku begitu sakit. Itu semua aku lakukan karna aku masih menghargai Santi sebagai shbat ku. Aku memilih mengalah daripada harus kehilangan sahabat ku hanya karna seorang cowok. Meski hati kecil ku masih tetap mengharapkan Dimas.

Meski pacaran ama Santi,tapi nyatanya tetep aja Dimas ga pernah absent menghubungi ku. Entah sms atau pun telpon. Aku bingung harus bersikap gimana. Karna rasa ikhlas ku lah yang kini menuntunku untuk tetap berhubungan dengan dimas. Jujur saat itu aku benar-benar  telah merelakan Dimas.

Jadi apa salahnya jika aku menerima telpon dan smsnya. Sayangnya pikiranku masih terlalu cetek untuk menyikapi hal itu.  Tentu saja kedekatanku dengan Dimas yang telah ku anggap “teman” itu membuat Santi cemburu. Ia mengira Dimas selingkuh. Dan aku lah selingkuhannya! Kini antara Aku dan Santi serasa ada pemisah yang membuat kami tak lagi bisa seakrab dulu. Ada rasa canggung saat kami ngobrol,seperti orang yang baru kenal.

Hampir  2 tahun lamanya aku tak pernah bertemu lagi dengan Dimas sejak saat itu. Ia tak pernah lagi menghubungiku,atapun Santi. Dimas seperti menghilang di telan bumi. Akupun perlahan bisa menghapusnya dari ingatan ku dan Santi juga telah kembali seperti sedia kala,meski sekarang ia agak tertutup soal cowok.

Kini hari-hari ku semakin berwarna setelah berhasil lolos seleksi dan masuk di SMK favorit di kota ku. Yah,menjadi anak baru tentunya bukan hal yang gampang. Karna aku termasuk anak yang sulit beradaptasi. Aku terlalu cuek dengan apa yang ada di sekitar ku. Namun kini aku telah memiliki beberapa teman akrab.

Tapi hanya satu yang kurasa telah benar-benar akrab. Namanya Putri. Dia temen sebangku ku. Anak nya cukup asyik, meski terkadang ada saat-saat dimana  aku merasa muak padannya. Ada bberapa sifatnya yang tak ku suka. Dia terlalu pede dan kalo ngomong ato ngpapa’’in asal jeplak aja!uukh..yang paling bikin aku sebel saat bersamanya, ngeliat cowok ganteng dikit aja langsung dah tuh kaya ikan kena pancingan. Klepek-klepek ga jelas! Mending kalo di niatinama satu cowok. Nah ini.. tiap ada cowok selaluu aja tingkahnya gtu. Bikin aku tambah mual. Tapi mo diapain juga dia tetep temen terbaik ku(untuk saat ini).

Entah mimpi apa yang ku dapat semalem, pagi itu aku shock setengah mati denger cerita putri soal cowok barunya. Cowok itu... Dimas!! Dimas yang ku kenal bberpa tahun lalu. Yang telah hilang dari kehidupanku setelah menorehkan luka di hati ku. Aku tak habis pikir! Aku memang telah mengenalkan putri pada temen ku yang posisinya juga sbg temen deketnya Dimas.  Tapi aku ga pernah mikir semua ini bakal salah alamat. 

Justru Dimas lah yang kini berpacaran dengan putri. Oh god!! Semoga waktu sedang bercanda..! aku ga mau kejadian itu terulang kembali. Aku takkan sanggup jika harus mengulangnya. Berpura-pura tegar seperti dulu. Aku muak!! Tapi kenyataanya kini,mereka memang pacaran. Tak ada yang bisa ku lakukan selain merelakan mereka. Sama seperti yang ku lakukan dulu. DEMI SAHABAT,!!  T,T

Inilah Caraku Mencintaimu




dengan tak menghubungimu,
tak juga mengirim pesan untuk menanyakan kabarmu,
dan bahkan sekedar chatting untuk menyapamu,
aku mencintaimu dengan menjauh darimu,
bukan karena aku membencimu,
namun karena aku ingin menjagamu dan menjaga diriku sendiri dari khalwat yang menjebak,
aku mencintaimu dengan menjaga diriku dan dirimu,
menjaga kesucianku dan kesucianmu,
menjaga kehormatanku dan kehormatanmu,
menjaga kebeningan hatiku dan hatimu,
ya......
Beginilah caraku mencintaimu,
mencintaimu dalam diamku,
karena diamku adalah bukti cintaku padamu..

dan sekarang,
keadaan menegurku,
sehingga dapat membantu menyadarkanku dari kesalahan yang telah aku perbuat,
meskipun pesonamu terhadapku belum pulih,
belum pulih..

aku tak bisa memungkiri,
bahwa setiap manusia pasti akan merasakan fitrahnya,
termasuk permasalahan ketertarikannya terhadap lawan jenis,
maka jika harus demikian,
untuk apa jika hati ini aku tambatkan kepada siapa yang bukan orangnya nanti,
jika memang hati ini sangat peka terhadap pengaruh diri yang memilikinya ketika hati ini salah dalam pengelolaanya,

oleh karenanya,
jika aku harus mencintai lawan jenis adalah fitrahku sebagai manusia, maka aku akan mencoba untuk mencintai siapa yang akan menikah denganku nanti,
walaupun aku belum pernah bertemu dengannya,
lantaran pasti Allah akan mempertemukanku dengannya,
sehingga usahaku yang sia-sia akan cenderung berkurang di dalam lingkup fitrahku,
InsyaALLAH..

Kalau saja Allah menjadikan aku menikah dengan seorang wanita yang ditakdirkan Allah kepadaku,
maka untuk apa aku berharap dan menghabiskan waktuku kepada yang lainnya,
yang belum tentu akan menjadi istri ku kelak,
sedangkan hati ini mudah terdominasi dengan sesuatu hal yang lain,.

Dan rasa ketertarikanku cukuplah akan aku tumpahkan kepada istri ku kelak..


Yaa Allah, sucikanlah hatiku hanya untuk siapa yang pantas menempatinya dengan keridhoanMu, cukup dia sajalah yang aku cintai karena aku tidak menginginkan keburukan ketika aku berbuat salah terhadap hatiku,
amiiin..