Welcome to blog Angga Ardinata

Kamis, 01 Maret 2012

:::REAKSI YANG TERPUJI DI MASA DEPAN KARENA KEANEKARAGAMAN MATA PELAJARAN:::

Pelajaran di sekolah tidak sekadar teori semata. Dibaca sekali tamat, sudah selesai. Sekedar menggugurkan kewajiban. Tapi mari kita arahkan peserta didik tentang manfaat ilmu yang sedang ia pelajari bagi kehidupan sehari-hari. Kalau perlu beri contoh dan aplikasinya. Kita buat peserta didik merasa butuh dan harus mempelajarinya sekalipun tanpa bimbingan guru didekatnya. Sebab pelajaran tidak hanya untuk ukuran naik kelas atau tidak. Ini adalah suatu bahan pembangun akhlak dan pengembangan berbagai tindakan. Reaksi dalam kehidupan.
Anak indonesia dijejali begitu banyak mata pelajaran di kelas. Begitu terbukanya otak anak Indonesia seperti spone yang siap menyerap informasi dari siapa saja. Apa saja. Jelas ini menjadi suatu perhatian. Karena tidak harus semua informasi masuk jika tidak sesuai usia dan budaya indonesia. Kita bangga loh jadi anak indonesia!
Strategi pemasokan beragam informasi ini sering ditanggapi minus oleh beberapa pihak. Pihak ini mengatakan kapasitas otak anak jangan terlalu banyak dicecoki semua bidang pelajaran. Dengan kata lain mengatakan ‘takut tidak akan terserap’ dan serba tidak mungkin. Memang benar saya akui jika saya misalnya kuliah dengan beberapa jumlah mata pelajaran rumit dan terkesan tidak searah penjurusan membuat kita mendominasikan salah satu mata pelajaran diantaranya.
Padahal sebenarnya diri kita saja yang terlalu pintar membatasi kemampuan diri. Jika saja anggapan “bodoh, lelet, bego” kita hilangkan dalam diri kita. Maka harapan menjadi seseorang yang besar di masa depan. Akan tampak kelihatan.
Simaklah penggalan salah satu hadist nabi yang mengatakan ilmu Alloh Swt begitu luas. Tidak terbatas. Seperti air lautan dengan air yang jatuh dari sebuah pipet. Hanya setetes tidak lebih. Dan manusialah yang memiliki air setetes dari pipet itu.
Arahkan kembali peserta didik pada kemampuan terbesarnya. Banggakan dia dengan potensinya. Jangan biarkan satu celah pun dari rasa rendah diri dan merasa tidak mampu menghinggapi diri mereka. Karena setiap anak yang terlahir sangat unik. Begitu unik sehingga tidak ada yang mampu menyamainya. Disinilah tugas guru yang ke dua. Pandai memotivasi peserta didik dan sebagai rujukan jika ada permasalahan (konseling).
Memang tidak ada yang bisa menyamai sebutan seorang guru, ustad, mentor atau sebutan lainnya. Tidak akan cukup puas hati untuk mendefinisikannya. Guru ya guru. Mereka pembawa ilmu ke generasi selanjutnya. Penyampai hikmah dan tablihg akan pekerjaannya.
Anak-anakku, murid-muridku di mana saja. Jangan khawatir dengan banyaknya pelajaran di sekolah. Itu adalah bumbu pada masakan agar renyah. Kita didasari sejak dini dengan aneka ilmu dengan harapan kita bisa memanfaatkannya.
Jangan pernah sekali-kali meremehkan suatu ilmu dari ilmu yang lainnya. Semua bisa kita pelajari. Semua kita yakini akan ada manfaatnya baik untuk hari ini dan masa depan, baik bagi diri sendiri lebih bagus lagu maslahat bagi orang lain.
Indonesia adalah negara merdeka. Meski pengangguran dimana-mana. Menurut saya lebih gengsi jadi pengangguran terdidik daripada tidak terdidik. Mau usaha kecil gensi. Mau jualan kecil-kecilan gensi. Mau jalan kaki gengsi. Serba gengsi.
Ayo kita sama-sama memperluas jaringan ke luar dan ke dalam. Jaringan ke luar kita berbaur dengan masyarakat dan pasar, meluaskan pandangan bagaimana sistem pasar dan perdagangan dan mengamati aktifitas pasar. Menurut hadis nabi sumber rezeki diantaranya adalah dari perdagangan, semua bisa dijual. Semua bisa diduitkan.
Apa saja. Pintar-pintar orang berdagang.
Tapi mari kita meluaskan jaringan ke dalam. Yaitu memperluas keimanan dan kesabaran. Kita sudah tahu bahwa kesempatan besar bisa kita lakukan dengan otak dan tenaga kita tapi kita harus mengetahui mana yang boleh, mana yang tidak boleh. Mana yang haram dan mana yang halal.
Orang semakin pintar dan berbuat kecurangan akan berakibat fatal daripada orang yang tida berpendidikan berbuat curang. Banyaklah contohnya.
Sekolah tidak mengajarkan siswanya untuk menjadi pintar sehingga merusak peradaban dan lingkungan sekitar. Sekolah mengajarkan bagaimana ilmu bisa dimanfaatkan. Nah dari sinilah pentingnya keanekaragaman mata pelajaran disekolah. Disesuaikan dengan kebutuhan manusia sehari-hari. Fisik dan mental.
Ada pelajaran ekonomi, bahasa, matematika, penjaskes, agama, kesenian, TIK, itu semua diperlukan di masyarakat. Kelak si murid lulus dari tingkatan sekolahnya. Kawan, mari belajar semua mata pelajaran!!


www.imaginasiterhebat.wordpress.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar